Cara Mengukur Efektivitas Pengadaan Barang Secara Elektronik

Selama ini, mungkin kamu lebih terbiasa melakukan pengadaan barang dan jasa untuk urusan bisnis dengan cara konvensional. Mulai sekarang, cobalah beralih melakukan pengadaan secara elektronik dengan sistem eprocurement saja. Tren ini makin berkembang saat ini karena memberi banyak manfaat. Tapi, bagaimana cara mengukur efektivitasnya?

Cara Mengukur Efektivitas Pengadaan Barang

1. Siklus Waktu Pengadaan Barang dan Jasa
Salah satu faktor yang bisa kamu jadikan tolak ukur untuk efektivitas mengadakan barang dan jasa secara digital adalah siklus waktu yang dibutuhkan dalam pengadaan tersebut. Mengadakan barang dan jasa secara elektronik saat ini dipandang mampu menghabiskan waktu sangat singkat, hanya hitungan jam saja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Itu berbanding terbalik dengan pengadaan secara konvensional yang butuh waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Kamu bisa memesan barang dan jasa mana yang dibutuhkan perusahaan untuk proses produksinya dan barang tersebut akan datang dalam beberapa hari. Hal ini tentunya akan mempercepat pemprosesan pesanan secara lebih signifikan.

2. Performa Vendor Pengadaan Barang dan Jasa
Selain siklus waktu yang dibutuhkan, untuk melihat seberapa efektif berbelanja barang dan jasa kebutuhan kantor dengan sistem ini bisa kamu lihat dari performa vendornya. Performa vendor ini bisa kamu lihat dari kualitas barang dan jasa yang mereka tawarkan. Selain itu, kamu juga bisa melihat dari bagaimana mereka melakukan pemenuhan tanggung jawabnya.

Lalu, jangan lupa untuk melihat bagaimana kualitas kerja sama antara perusahaan dan penyuplai apakah barang selalu datang tepat waktu atau tidak. Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa membantu meningkatkan efisiensi dan profit dari perusahaan. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi biaya yang tak diperlukan semisal biaya dokumentasi.

Yup! Sebab, vendor tersebut biasanya akan memiliki catatan terhadap barang belanjaan kamu dan semua itu bisa kamu lihat langsung melalui B2B marketplace yang menghubungkan. Kamu tak perlu lagi melakukan pelaporan dengan dokumen yang banyak dengan cara ini. Satu lagi keuntungan monitor performa vendor, kamu bisa tingkatkan kepuasan konsumen.

3. Persentase Pengeluaran Perusahaan dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Selain itu, kamu juga bisa mengukur seefektif apa pembelanjaan barang dan jasa secara digital ini melalui persentasi pengeluaran perusahaan kamu selama mengadakan barang dan jasa. Dalam pengadaan yang dilakukan secara manual, seringkali kamu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berbagai hal seperti biaya transportasi karyawan di lapangan.

Namun, untuk yang mengadakan barang dan jasa secara daring, hal ini tidak perlu. Sebab, tak ada yang pergi ke lapangan untuk melakukan survei barang. Cukup dengan melihat di aplikasinya saja, sudah cukup.

Selain itu, bisa juga dibandingkan dengan penghematan biaya produksi yang dilakukan perusahaan. Misalnya saja, dari harga barang yang lebih murah namun kualitasnya sama dengan yang dibeli secara konvensional. Hal ini juga bisa jadi tolak ukur seberapa berhasilnya pengadaan secara digital.

Jadi, kini kamu sudah tahu bagaimana cara mengukur efektivitas dari mengadakan barang dan jasa secara digital. Sekarang, saatnya kamu memilih tempat pengadaan yang terbaik. MbizMarket bisa kamu percayakan untuk hal ini. Sebab, B2B marketplace MbizMarket adalah penyedia produk paling lengkap yang ada di Indonesia saat ini.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Mengukur Efektivitas Pengadaan Barang Secara Elektronik"

Post a Comment